Perjalanan Besar

Perjalanan besar pun tiba, hari Minggu, Maret 2018. Sebelum perjalanan yang berlansung selama 5 hari, aku mempersiapkan semua kebutuhanku untuk perjalanan besar nanti, seperti pakaian, obat-obatan pribadi, alat mandi, buku jurnal, alat tulis, payung dan jas hujan, juga membawa sepatu yang nyaman dan seragam Smipa yang nanti akan dipakai di hari terakhir nanti. Katanya sih seragam itu akan dipakai saat ke tempat dan pertemuan di Semarang yang pasti tempat bersejarah. Sesudah semuanya lengkap di dalam tas, aku pun memeriksa kembali tas yang akan dibawa dengan orangtuaku agar aku tau ada yang kurang atau ada yang lebih, apakah ta situ terlalu berat atau sudah cukup. Setelah seuanya beres, aku pun tinggal menunggu waktunya berkumpul dengan teman-teman untuk bersiap pergi dengan Bus di Pahala Kencana.

Kita sudah janjian pukul 05.30 sudah berkumpul semua di Phala Kencana agar tidak tertinggal Bus, aku pun berangkat dengan keluargaku lengkap. Sesampainya disana aku membawa tasku dan berkumpul bersama tean-teman, keluargaku ikut masuk menemani aku sebelum pergi perjalanan besar. Setelah teman-teman Dolangan lengkap semua kami pun berdoa dulu sebelum berangkat dipimpin oleh orangtua murid, sesudah berdoa aku pun berpamitan dengan keluargaku. Ada beberapa keluarga yang mengantarkan anaknya sampai bus berangkat dan ada juga beberapa yang pulang duluan. Sebelum naik bus, aku sudah mengeceknya dengan teman-teman dan keluargaku. Lalu kami pun naik bus dan berangkat.

Di bus cukup nyaman namun hanya sempit di bagian kaki karena ada tasku dan aku tidak bisa tidur karena kursinya kurang nyaman , jadinya aku minum antimo agar bisa tidur sampai Salatiga. Lalu bus pun berhenti di tempat makan pada pukul 20.30, kami bisa untuk makan malam dan untuk makan malam kita tidak perlu bayar lagi jadi makan malamnya tinggal di scan dengan barcode dari tiket bus. Disana kami makan nasi dengan mie goreng, kerupuk, soto, dan telur balado juga ditambah minuman teh tawar hangat. Setelah semuanya selesai makan dan sudah kenyang kami pun kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan. Suasana di bus cukup berisik karena ada beberapa bapak-bapak yang mendekur saat tidur sangat lelap. Di bus pun aku banyak melihat keluar jendela dan tertidur pulas.

Pukul 04.00 subuh, kami sudah sampai di Salatiga. Aku baru pertama kali perjalanan ke Salatiga, sebelumnya belum pernah. Suasana disana sepi karena masih pagi sekali, ada beberapa orang yag keluar untuk sholat subuh. Setelah itu kami pun mencari penginapan dengan berjalan, penginapannya tidak jauh dari tempat kami turun dari bus tadi, kami pun berjalan dan akhrnya sampai. Lalu kakak mengetuk gerbang pintu rumah tersebut dan keluarlah seorang ibu yang sudah tua dengan menyambut kami yang sudah samapi di penginapan tersebut, kami pun bersalaman dengan ibu dan bapaknya. Aku sendiri merasa bingung, karena penginapan tersebut seperti rumah yang biasa dipakai untuk tempat tinggal dan bukan penginapan, mungkin penginapannya ada di dalam rumahnya atau juga di dalam seperti kost-kost an. Kami pun masuk melewati gerbang yang ada loncengnya diatas gerbang tersebut dan kami pun masuk ke dalam. Disana kami diberi kamar, ada yang di bawah untuk 6 laki-laki (K’Agni, K’ Diki, Timmy, Denzel, Linus, Bimo) dan ada yang di dalam rumah untuk perempuan. Kami menyimpan sepatu kami di rak sepatu lalu masuk ke rumah dan dibagi kamar lagi. di dalam rumah itu ada 3 tangga, kalau yang di kamar bawah ada 3 perempuan (Alika, Hana, Tasha) dan di lantai 2 ada 4 perempuan (Aku-Caca-, Karmel, Naia dan K’Ollin). Setelah itu kami pun diberi tau kakak untuk bersiap-siap untuk renungan dan yang muslim sholat subuh. Lalu kami pun bersama-sama pergi ke masjid , karena arah tujuan kita searah jadinya pergi bersama-sama. Setelah selesai renungan kami pun kembali ke penginapan untuk mandi serta beres-beres keperluan seperti alat mandi, lotion, selimut dan lainnya, samapi pukul 06.30 kami pun berkumpul kembali di basecamp bawah untuk diberi tugas oleh kakak. Di basecamp kami berdoa sebelum memulai kegiatan lalu dibagikan uang Rp. 631.500,00 untuk keperluan makan pagi, siang, malam, ataupun cemilan, transportasi, atau uang emergency. Kelompokku berisi 3 orang ada Bimo, Tasha dan aku, kelompokku bernama Nila. Lalu ada Kelompok Pala yang berisi 3 orang, ada Alika, Linus dan Naia. Lalu ada Kelompok Kopi yang berisi 4 orang, yaitu ada Karmel, Hana, Timmy dan Denzel. Lalu kami diberi surat tugas, peta Salatiga, kertas tambahan, dan lainnya. Setelah itu kami melihat peta Salatiga dan menentukan checkpoint-checkpoint yang akan dilalui hari ini, dan aku baru sadar kalau nama penginapan ini adalah Isti Homestay. Setelah melihat peta dan menentukan jalur dan tempat yang akan dilalui kita lapor ke kakak. Lalu setelah itu kita pergi keluar untuk mencari sarapan dahulu

Advertisements

Perjalanan Kecilku ke 3# (Perjalanan ke Cicalengka) Telat & salah naik kereta!

Sepulang sekolah aku langsung siap-siap serta packing untuk perjalanan besok, di perjalanan kecil ke #3 besok kita akan sinulasi perjalanan sambil membawa tas yang akan diapakai perjalanan besar nanti, jadi kita tau apa tas yang kita bawa ini terlalu berat atau sudah cukup nyaman dibawa pergi wawancara, berkegiatan dan perjalanan kali ini melatih stamina kita juga. Jadwalnya besok aku harus bangun tidur pukul 05.00 subuh karena pada pukul 06.00 pagi aku dan teman-teman harus sudah kumpul di Stasiun Kereta Api Kiaracondong, kita akan naik kereta api ke Cicalengka. Kalau di perjalanan kecil ke 1 & 2 aku diberi peta agar tidak kebingungan serta landmark yang penting, di perjalanan kali ini kita tidak diberi peta, karena untuk melatih kepekaan sekitar dan berani bertanya saat kebingungan jalan. Perjalanan ini tujuannya adalah untuk simulasi sebelum Perjalanan Besar dimulai, mulai dari membawa tas travell sambil melakukan aktivitas wawancara, menjaga stamina tubuh, kekompakan kelompok, juga berbaur dengan masyarakat di Cicalengka. Setelah packing selesai aku harus cepat- cepat istirahat untuk esok pagi..

Lalu……..Pukul 05.15 aku baru bangun dan langsung mandi dan siap-siap, lalu setelah itu sarapan. Sesudah itu pukul 05.50 aku baru berangkat ke Stasiun Kiaracondong, karena menunggu gojek datang langsung aku pergi dan meminta agar lebih cepat karena takut ketinggalan kereta api. Dan sesampainya disana ternyata aku telat 3 menit dan langsung aku bergabung dengan teman-teman, lalu teman kelompokku membeli tiket dan langsung masuk ke stasiun lalu menunggu kereta api datang. Kami pun mengobrol sambil menunggu, dan terdengarlah suara informasi bahwa kereta api datang, tapi karena ini pertama kalinya bagi kita untuk membeli tiket sendiri, dan naik kereta api sendiri dengan kelompok jadi kita langsung naik kereta yang berada di jalur 03(kalau tidak salah) dan kami pun duduk. Lalu lapor ke kakak lewat SMS, belum lama duduk di kereta api kakak sudah memanggil kami untuk cepat-cepat keluar. Aku dan teman-teman kelompokku pun panik dan langsung keluar, ternyata aku dan kelompok lainnya salah naik kereta! Untung saja kakak langsung memanggilku keluar kalau tidak sudah berada di Padalarang. Lalu kita menunggu lagi dan inilah informasi yang benar, Bandung➡Cicalengka 🚂 lalu aku dan teman-teman serta kelompok lainnya pun naik ke kereta api dan mencari tempat duduk yang kosong. Isi kelompokku ada 3 orang, kelompok ke 2 ada 4 orang dan kelompok ke 3 ada 3 orang. 1 kelompok satu gerbong dan tidak boleh sama. Setelah itu kami pun mengirim SMS ke kakak bahwa kita sudah duduk di kereta api dengan kelompok yang lengkap. Sesudah terkirim kami pun mengobrol dan mengambil dokumentasi seputar perjalanan kami dengan foto, tidak lama kemudian SMS dari kakak pun berbunyi dan kami pun membacanya, “Masing-masih orang di kelompok carilah 1 orang di kereta api untuk kamu ajak ngobrol denganmu tapi orang itu tidak boleh sama dengan kelompok!” (ya kira-kira seperti itu SMSnya) lalu kami pun menjalankan tugas pertama itu secara bergantian.

Kalau aku sendiri aku mewawancarai bapak yang sedang bermain hp, dan aku meminta bapak itu untuk aku ajak ngobrol, agar tidak terlihat seperti mewawancarai aku pun mendapat informasi bapak itu dari bandung abis ngapain, tinggal dimana dan asli mana, setelah itu…

Kami pun sampai dan langsung turun, lalu mengikuti kakak ke tempat yang kosong untuk melapor kegiatan kami saat di kereta ngapain aja. Setelah itu kami mengikuti kakak ke basecamp, disana kami dilihat banyak orang mungkin karena kami membawa tas besar dan orang-orang menyangka kita turis😂, dan akhirnya kita sampai di basecamp tempat check point kita yaitu di Masjid…

Cerita lanjut ke post blog berikutnya..ikuti terus ya😆

Resensi buku novel ‘Eliana’

Judul Buku                   : Eliana

Penulis                         : Tere Liye

Penerbit                      : Republika Penerbit

Tahun Terbit               : Agustus 2011

Jumlah Halaman         : 519 Halaman

Novel ini berkisah seorang anak bernama Eliana, anak sulung mamak. Di novel ini menggambarkan sosok eliana yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, proses belajar yang baik, menyatu dengan kepolosan, kenakalan, hingga keisengnya di dunia anak-anak, petualangan yang hebat, pengorbanan, dan pemahaman tentang kehidupan tumbuh dari wajah-wajah ceria  terus melekat sehingga mereka dewasa.

Kisahnya tentang keluarga sederhana, Pak Syahdan dan Mak Nur yang membesarkan anak-anaknya dengan disiplin yang tinggi, tegas, akhlak dan memberikan teladan dari perbuatannya. Eliana yang selalu dijuluki sebagai anak pemberani sejak lahir, tumbuh menjadi anak sulung mamak yang pemberani dan tidak takut sengan hal apapun. Keberaniannya sudah muncul sejak awal-awal kisah, dimana dia berani membentak ‘para petinggi’ di sebuah forum resmi, “JANGAN HINA BAPAKKU!!”.

Sifat inilah yang selanjutnya menggiring dia dan anggota Buntal yang lain dalam misi menghalangi para pengeruk pasir. Dengan gaya pengintai mereka menyusun rencana-rencana dari mulai mengempesi ban, hingga tindakan Marhotap melempar kantong-kantong bensin ke truk pengeruk pasir. Di sekolah ia berani “berduel” oleh teman laki-lakinya yang bernama Anton. Berduel dalam artian Eliana berani bersaing dengan Anton secara jujur, diantaranya bermain bola Voli, gobak sodor, lomba lari 10 putaran mengelilingi lapangan, sampai ia mengumandangkan adzan di mushola yang berujung pada pertemuan seluruh warga kampung di mushola.

Selain itu, keberaniannya juga terlihat pada saat ia merasa tidak suka pada saat ada penambang pasir di desanya yang sangat mengganggu keseimbangan alam di desanya, mulai dari warga yang kesulitan mencari kucur di sungai, kesulitan mencari batu hias di dasar lubuk larangan, sampai warga yang harus kerepotan untuk mengunjungi kebun jagung miliknya. Kemudian dia bersama empat temannya mendirikan genk “Empat Buntal” untuk melakukan perlawanan terhadap penambang tersebut. Ditengah-tengah perlawanan yang mereka lakukan, ia harus kehilangan salah satu anggota genk.

Selain menceritakan tentang keberanian Eliana, kisah ini juga menceritakan tentang Eliana yang membenci statusnya menjadi anak Sulung. Ia membenci mamak yang mengharuskan Eliana menjaga dan bertanggung jawab terhadap adik-adiknya. Sampai akhirnya ia kabur dari rumah.

Di novel ini banyak sekali nasehat-nasehat orang tua kepada anaknya, banyak pemahaman-pemahaman baik untuk kita jalankan dikehidupan ini. Memang jika kita melihat novel ini dari covernya maka tidak ada menarik-menariknya untuk dibaca tapi setelah membaca satu atau dua bab maka kalian akan ketagihan untuk membaliknya. Buku yang baik tidak dilihat dari sampulnya bukan?

Dinovel ini juga aku menemukan nasehat yang sama, seperti nasehat orang tuaku dulu sewaktu aku kecil, papihku tak bosan bosan menasehatiku dengan kata kata ini. Kalo tidak salah seperti ini “Jika kalian tidak bisa ikut golongan yang memperbaiki, maka setidaknya, janganlah ikutan golongan yang merusak. jika kalian tidak bisa berdiri di depaan menyerukan kebaikan, maka berdirilah di belakang. dukung orang-orang yang mengajak pada kebaikan dengan segala keterbatasan. itu lebih baik.”


Bangka aku datang!!!

Yesssss, hari ini saatnya aku dan keluargaku pergi ke Bangka, kampung halaman nenekku dan kakekku;). Keluargaku bangun tidur pada pukul 05.00 subuh untuk beres-beres, periksa packing koper, sarapan. Kalau aku bangun pada pukul 05.15, aku bangun, mandi, lalu sarapan, juga memeriksa barang yang belum aku bawa. Lalu pada pukul 06.00 kita turun ke bawah memakai lift (soalnya rumah nenek dan kakekku di apartement jakarta) dan berangkat🚗🚗🚗

Aku belum berangkat ke Bandaranya tapi berangkat me rumah saudara dekat apartement, disana aku menjemput saudaraku yang ingin pergi ke bangka juga, kita bareng kok berangkatnya. Nanti yang akan pergi bareng ke Bangka ada 21 orang, itu semua saudaraku, paman, bibi, koko,dan masih banyak lagi. Lalu 20 menit kemuadian, ibuku memesan 2 grab untuk mengantarkan kami ke Bandara Soekarno Hatta, lalu kita menunggu 10 menit dan datang. Kami pun bergegas naik ke mobil tersebut dan berangkat🚕🚕🚕

Lalu kita sampai di Bandara Soekarno Hatta, bandaranya gede banget…sampai para pegawai di sana memakai sepatu roda, karena pintu atau gerbang-gerbang disana berjauhan…agar lebih cepat dan mudah. Lalu kita masuk, checking,dan diperiksa kopernya serta tas kita. Lalu kita masuk dan duduk menunggu saudara lainnya. Kita menunggu cukup lama disana. Hampir 1 jam-an menunggu saudara yang lain datang dan memesan ticket pesawat. Kami memesan ticket pesawat Garuda Indonesia. Lalu setelah berjam-jam, kita berangkat pukul 10.05..kita menuju pesawat dan disambit oleh pramugari cantik👩. Disana aku mencari tempat dudukku sesuai ticket pesawatku..dan duduk. Di pesawat sambil menunggu pilot mempersiapkan diri mengendarai pesawatnya. Sambil menunggu aku mengoprek televisi kecil yang ada di depanku, aku membuka earphone yang ada di plastik dan membukanya lalu mencoba memakainya..lalu aku menonton “kelas internasional” aku ketawa-ketawa sepanjang perjalanan ke Bangka…dan diliatin oleh saudaraku..aku cukup malu. Disana juga diberi sarapan roti🍞+air mineral+serta minuman yang gratis kita pilih, kalau aku memilih minum susu🍼, lalu aku makan sambil menonton. Tidak terasa 45 menit kami sudah sampai di Bangka, cukup menyenangkan. Lalu pesawat siap mendarat🛬🛬🛬

Lalu kami turun dari pesawat ke bawah lobby untuk mengambil koper serta barang lainnya. Saat turun, suhu atau hawa disana lembab dan panas..tapi saat itu sedang hujan lebat. Lalu disana kita disambut oleh kakekku yang sudah dari kemarin sampai di Bangka. Kakekku duluan pergi ke Bangka untuk membereskan rumah di Bangka, memesan bus untuk kita naikki, mempersiapkan supirnya serta tempat-tempat yang kita tuju. Dibawah sini ada foto aku dan saudaraku sampai di Bandara Bangka👇

Tidak terlalu jelas tapibada gambaran lah ya..;)) ya itu aku dan saudaraku yg memakai baju putih

Lalu aku dan keluarga besarku menuju ke bus. Kegiatan hari ini, kita akan makan, pergi ke Pantai….., dan ke rumah saudara di Bangka untuk makan😋..makanan asli Bangka itu adalah Empal Ikan, mie Bangka, pempek, nieun-kumpang, dan kumpang

a&​&&&&&&​

​&&&&​​




Kegiatanku selama liburan..

Wahhh….libur telah tiba :)). Rasanya sangat senang, tapi bukan berarti liburan tidak ada tantangan(pr). Aku diberikan pr B.indonesia, IPA, matematika, membaca buku novel (nanti aku akan membuat resensi buku novelnya) juga menulis blog ini…untuk saat ini sisa tantanganku tinggal 7. Tantangan jadi cepat selesai karena dibantu oleh beberapa saudaraku, tapi karena aku tipe orang yang susah mengumpulkan niat untuk mengerjakan pr, jadi sangat susah untuk pr yang B Indonesia, karena pr B.indonesia itu meringkas berita dari koran..udah ah jangan ngobrolin tentang PR😏..ganti topik👌

Di liburan kali ini aku berlibur ke Jakarta, disana ada nenek dan kakekku. Aku ke Jakarta dijemput oleh nenek dan kakek. Aku pergi jam 2 subuh untuk berangkat ke Jakarta. Kedua orangtuaku dan adik laki” ku akan menyusul nanti tanggal 28 Desember, tepatnya hari ini. Kegiatanku selama beberapa hari ini aku mengerjakan pr, membantu nenek berjualan berlian dan emas, menikmati wifi, berenang, bermain, dllnya.Aku datang ke Jakarta tanggal 23 Desember, dan besok aku akan merayakan tahun baru di Bangka!! Aku sangat senang karena disana aku akan bertemu keluarga besarku yang berisi 21 orang, disana akan sangat ramain dan menyenangkan🤘. Aku tidak sabar..besok alu dan keluargaku akan berkumpul di Bandara Soekarno Hatta dan menunggu sampai jam 7.00 pagi, ✈🛩✈

✈✈✈✈✈✈✈✈✈✈🛩🛩🛩🛩nanti aku akan melanjutkan menulis blog ini lagi ya..saat sudah berkegiatan di Bangka..samapi nanti✈✈✈✈✈✈🛩🛩🛩🛩

Proyek kelas- karya mekanis

Jadi di Proyek Kelas kali ini aku dan teman-teman membuat “karya mekanis” yang bahan dasarnya kardus yang menggambarkan tema Linimasa Sejarah Indonesia, dari masa purba sampai dengan orde baru. Tujuannya itu selain kita mempresentasikan karyanya, kita juga cerita sejarahnya (aku temanya evolusi manusia purba jadnya aku menceritakan sejarah manusia purba). Selain menceritakan sejarahnya,kita juga menjelaskan karya mekanis apa ini dan menggerakkan karyanya.

 

Kalau aku sendiri aku memilih membuat karya mekanis yang temanya Purba, karena aku masih bingung ingin membuat karya mekanisnya apa? Dan karya spesifiknya apa, lalu aku riset dan menemukan karya mekanis dengan tema Purba lebih ke evolusi manusia purba. Aku juga riset cara membuat karya mekanisnya, dan sempat mengganti karya karena ada beberapa kendala. Karya mekanisku yang pertama itu membuat “zootrope”(cari di youtube ada), yang gambarnya  evolusi manusia purba,aku memilih itu karena menurutku itu cocok karena teanya evolusi manusia purba dan karya mekanisnya “zootrope” yang berbentuk bulat lalu aku putar,dilihat dari 1 bolong yang menggambarkan si manusia purbanya muter dan menjadi evolusi manusia purba. Dari yang masih jongkok jalannya, lalu berdiri jalannya tapi masih kurang tegak,dan evolusi lainnya. aku bingung saat mencoba memutar karya ”zootrope” pake apa ya?

 

karena aku bingung dan membuang-buang waktu, aku mengganti karyaku dan diizinkan, lalu karya mekanis yang ke-2 itu aku mebuat karya mekanis yang kalo diputer si manusia purbanya berganti-ganti sampai menjadi manusia normal, lumayan cocok juga dan lumayan rumit juga.Aku perhatikan cara pengerjaannya, cara karya mekanis itu bekerja dan juga aku membuat sketsa dengan detail. Dan karena evolusi manusia purba ada 5 perubahan, dan tidak cukup di karya itu. Aku menggantinya lagi menjadi karya yang sebenarnya, yang sudah pemanent dan tidak aku ganti lagi, yaitu karyaku yang sekarang J

 

Karyaku yang sekarang itu, aku terinspirasi oleh karya ibu kardus. Tapi aku renovasi dikit dan berhasil. Selain aku renovasi sedikit pastinya ada masukkan dan ide dari kakak dan teman. Karya mekanisku itu bahan yang bias membuatnya muter dari tusuk sate dan gear dari karpet bekas yang aku bentuk menjadi gear, itu untuk memutar background masa purbanya. Kalalu untuk menggambarkan evolusi manusia purbanya itu bahan yang diperlukan 1 botol 500 ml, dan tusuk sate juga kardus yang sudah dibentuk bulat. Pertama-tama membuat bulat dari kardus lalu bolongin tengahnya dengan seukuran botol 500 ml. juga si karya mekanis itu. Untuk melihat evolusi manusia purba itu dari tengah sisi pohon(untuk lebih jelas meliihat karyanya ada di bawah).juga aku menambahkan hiasan-hiasan agar mempercantik karya. Untuk mebuat karya mekanis diproyek ini membutuhkan 2 bulan. Sesudah selesai membuat karya, aku dan teman-teman mempresentasikan ke kelas 9, lalu presentasi kedua kita presentasi yang ditonton oleh kelas 6 Sd, cukup menantang dan melatih kita untuk lancar sharing karya yang baru kita buat. Dan kabar baiknya nanti kita akan sharing karya kita ke sekolah lain, dan belum diberi tau kita ke sekolah mana..

 

Dari proyek kali ini aku belajar banyak hal yang berkaitan dengan kreativitas juga dalam mengatur waktu, juga dalam mengatur cara karya mekanisnya bekerja dan mengukur-ngukur bagian mana yang dipotong mana yang harus digunting, kurang apa, dsb. Sekian blog dari aju, semoga kalian suka dan tidak bosan membaca blogku JTerimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blogku 🙂

Ini ada foto karya mekanisku yang bertema “Evolusi Manusia Purba” semoga bisa menjadi inspirasi bagi kalian untuk membuat karya mekanis dari kardus..

IMG_7845IMG_7846

(karyaku yang dilihat dari atas)IMG_7847IMG_7848IMG_7849IMG_7850IMG_7851