Proyek kelas- karya mekanis

Jadi di Proyek Kelas kali ini aku dan teman-teman membuat “karya mekanis” yang bahan dasarnya kardus yang menggambarkan tema Linimasa Sejarah Indonesia, dari masa purba sampai dengan orde baru. Tujuannya itu selain kita mempresentasikan karyanya, kita juga cerita sejarahnya (aku temanya evolusi manusia purba jadnya aku menceritakan sejarah manusia purba). Selain menceritakan sejarahnya,kita juga menjelaskan karya mekanis apa ini dan menggerakkan karyanya.

 

Kalau aku sendiri aku memilih membuat karya mekanis yang temanya Purba, karena aku masih bingung ingin membuat karya mekanisnya apa? Dan karya spesifiknya apa, lalu aku riset dan menemukan karya mekanis dengan tema Purba lebih ke evolusi manusia purba. Aku juga riset cara membuat karya mekanisnya, dan sempat mengganti karya karena ada beberapa kendala. Karya mekanisku yang pertama itu membuat “zootrope”(cari di youtube ada), yang gambarnya  evolusi manusia purba,aku memilih itu karena menurutku itu cocok karena teanya evolusi manusia purba dan karya mekanisnya “zootrope” yang berbentuk bulat lalu aku putar,dilihat dari 1 bolong yang menggambarkan si manusia purbanya muter dan menjadi evolusi manusia purba. Dari yang masih jongkok jalannya, lalu berdiri jalannya tapi masih kurang tegak,dan evolusi lainnya. aku bingung saat mencoba memutar karya ”zootrope” pake apa ya?

 

karena aku bingung dan membuang-buang waktu, aku mengganti karyaku dan diizinkan, lalu karya mekanis yang ke-2 itu aku mebuat karya mekanis yang kalo diputer si manusia purbanya berganti-ganti sampai menjadi manusia normal, lumayan cocok juga dan lumayan rumit juga.Aku perhatikan cara pengerjaannya, cara karya mekanis itu bekerja dan juga aku membuat sketsa dengan detail. Dan karena evolusi manusia purba ada 5 perubahan, dan tidak cukup di karya itu. Aku menggantinya lagi menjadi karya yang sebenarnya, yang sudah pemanent dan tidak aku ganti lagi, yaitu karyaku yang sekarang J

 

Karyaku yang sekarang itu, aku terinspirasi oleh karya ibu kardus. Tapi aku renovasi dikit dan berhasil. Selain aku renovasi sedikit pastinya ada masukkan dan ide dari kakak dan teman. Karya mekanisku itu bahan yang bias membuatnya muter dari tusuk sate dan gear dari karpet bekas yang aku bentuk menjadi gear, itu untuk memutar background masa purbanya. Kalalu untuk menggambarkan evolusi manusia purbanya itu bahan yang diperlukan 1 botol 500 ml, dan tusuk sate juga kardus yang sudah dibentuk bulat. Pertama-tama membuat bulat dari kardus lalu bolongin tengahnya dengan seukuran botol 500 ml. juga si karya mekanis itu. Untuk melihat evolusi manusia purba itu dari tengah sisi pohon(untuk lebih jelas meliihat karyanya ada di bawah).juga aku menambahkan hiasan-hiasan agar mempercantik karya. Untuk mebuat karya mekanis diproyek ini membutuhkan 2 bulan. Sesudah selesai membuat karya, aku dan teman-teman mempresentasikan ke kelas 9, lalu presentasi kedua kita presentasi yang ditonton oleh kelas 6 Sd, cukup menantang dan melatih kita untuk lancar sharing karya yang baru kita buat. Dan kabar baiknya nanti kita akan sharing karya kita ke sekolah lain, dan belum diberi tau kita ke sekolah mana..

 

Dari proyek kali ini aku belajar banyak hal yang berkaitan dengan kreativitas juga dalam mengatur waktu, juga dalam mengatur cara karya mekanisnya bekerja dan mengukur-ngukur bagian mana yang dipotong mana yang harus digunting, kurang apa, dsb. Sekian blog dari aju, semoga kalian suka dan tidak bosan membaca blogku JTerimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blogku 🙂

Ini ada foto karya mekanisku yang bertema “Evolusi Manusia Purba” semoga bisa menjadi inspirasi bagi kalian untuk membuat karya mekanis dari kardus..

IMG_7845IMG_7846

(karyaku yang dilihat dari atas)IMG_7847IMG_7848IMG_7849IMG_7850IMG_7851

 

 

 

Advertisements

Resensi “Soedirman seorang panglima, seorang martir”

Buku ini menceritakan tentang perjalanan hidup Soedirman seorang panglima dan martir.  Dan untuk lebih jelasnya lagi silahkan mencari buku Soedirman dan selamat membaca😁💕

Tanggal terbit      : 25 April 2017.                   Jumlah halaman : 139 halaman.                     Penerbit.               : KPG                                     Kategori.               : sejarah, biografi dan                                         Otobiografi        

Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit.” Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan me mutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya.


Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta. Dengan separuh paru-paru, ia me mimpin gerilya. Selama delapan bulan, dengan ditandu, ia keluar-masuk hutan.


Kisah tentang Soedirman adalah seri “Tokoh Militer” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan TempoNovember 2012. Serial ini mengupas, menguak, dan membongkar mitos dan berbagai sisi kehidupan para perwira militer yang dinilai mengubah sejarah.
                

“Indonesian student reach the highest North American Peak”

This article tells about … “Indonesian students reach the highest North American peak”, Three Indonesian students from Airlangga University in Surabaya, East Java, managed to reach the top of Denali in Alaska.Denali, the original name of the original Mount McKinley, is the highest mountain peak in North America.

Who climbed the mountain is Muhammad Faishal Tamimi, Mochamad Roby Yahya dan Yasak, They managed to reach the highest peak of Denali. To reach the peak they have to face obstacles, such as blizzards, narrow slopes and very cold weather, carrying 50 kilogram supplies of food, oxygen and special equipment. The three depart from Indonesia on May 16 and spend 21 days climbing the mountain. Prior to the trip, all three had to go through intensive training, which included running for one-and-a-half hours at a time and climbing several mountains in East Java. 

Indonesia will be proud of them 🙂 and don’t forget to open thejakartapost.com , thank you

Bangga ikut PBB

Aku bersyukur ikut latihan PBB,karena sebelumnya jujur  aku sangat malas latihan baris-berbaris karena panas, juga tidak asik, dan melatih konsentrasi. Tapi aku memaksakan diri untuk ikut PBB karena aku tau pasti PBB  ada tujuannya nanti. Dan bener aja PBB dipakai untuk acara “SELAMETAN SEMI PALAR”,pada tanggal 12 Agustus 2017 di “Natural Hill’lembang. Sebelum acara itu teman-teman Semipa diajari dengan sabar dan juga tegas diBawah terik matahari oleh kakak-kakak Semipa.Mulai dari latihan hadap kiri dan kanan,balik kanan,jalan di tempat,buka formasi, dllnya. Di latihan tersebut kita perlu kekompakan masing-masing dan juga konsentrasi juga stamina. Kita latihan PBB setiap hari dan juga ada waktu luang. Memang cukup lelah dan pusing tapi lama-lama menyenangkan kok J, kami latihan PBB 3 kali

Waktunya anak-anak PBB ikut di acara”SELAMETAN SMIPA”, semua sudah lumayan kompak dan menjaga stamina. Di acara itu kami dibagi kelompok sebelum upacara dan melaksanakan PBB. Disana kami ada yang ikut kelompok permainan juga ada yang ikut kelompok hiking. Kalau aku ikut kelompok hiking, karena aku ingin menjelajahi “Natural Hill” juga memang aku suka berpetualang. Disana aku melewati dan melihat air terjunyang segar, sawah di bukit-bukit,membuat puisi bersama kelompok,juga melewati tanjakan dan turunan yang licin. Sangat menyenangkan bukan?.. Sesudah hiking kami kembali ke tempat awal,kami istirahat dan bermain dulu sebelum upacara dimulai. Di sana ada yang bermain rakit air, dllnya. Sebelum upacara dimulai aku ganti baju dulu, karena bajuku hitam dan ada tulisan pink jadinya aku ganti baju hitam polos. Kami harus memakai baju hitam polos.

       Sesudah siap-siap untuk upacara, kami latihan dulu agar nanti saat upacara kita kompak dan konsentrasi. Di latihan terakhir kami disitu, kami diubah lagi formasi PBBnya karena ada beberapa anak PBB yang tidak datang. Cukup sulit sih..karena diganti formasi, sebenarnya masih sama saja hanya karena aku yang berpindah tempat ke kelompok 1. Lalu kami sudah siap untuk upacara “Selametan Semi Palar”.

     Cukup deg-degan sih..tapi aku harus konsentrasi. Upacara pun dimulai, para orang tua sudah berkumpul mengelilingi peta Indonesia. Kira-kira seperti ini baris melingkari peta Indonesia yang sudah dibuat orang tua, kakak-kakak Semipa dan anak-anak Semipa maupun orang luar yang ikut acara ini:
 

    Rapih kan?? Aku takjub melihatnya.. Kami pun mendengar aba-aba dari pemimpin upacara buka formasi grak! Kami pun buka formasi dan menjalankan baris-berbaris yang sudah diajarkan kakak-kakak Semipa. Ini cuplikan foto saat menjalankan tugas:

 Mukanya 😅..ywdlah ya..ya itu cuplikan fotonya, kami dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 itu barisnya nyerong ke kanan, kelompok ke 2 itu jalan kedepan dengam jalan ditempat dan kelompok 2 itu dibagi menjadi 2 kelompok lagi tapi isi kelompok yg ke 1 hanya6 orang dan kelompok ke 2 hanya 3 orang yang akan maju mengantarkan 2 patung, yaitu patung “Soekarno” dan “Hatta”, lalu ada yang mengantarkan bendera Merah Putih.

To be continued..

Perjalanan Kecil ke Kiaracondong

Di kelas 8 ini, tema belajar kami adalah “Jawa”dan perjalanan kecil Dolangan itu ke Kiaracondong, tempatnya lumayan jauh dari sekolah. Sebelum perjalanan kecil, di sekolah aku dan teman-teman membuat list pertanyaan untuk mewawancarai narasumber di sana nanti, agar lebih mudah menanyakannya. Sesudah membuat pertanyaan untuk disana nanti, kita diberi tau tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi nanti. Aku harus sudah berkumpul di “Stasiun Kiaracondonng” dengan teman-teman pukul 07.20 pagi,kalau telat ya ditinggal. Dan tidak lupa juga membawa buku proyek dan papan dada serta alat tulis,juga keperluan lainnya seperti jam tangan,payung, atau obat-obatan pribadi.

Sesudah berdoa dan breafing, kami berkumpul sesuai kelompokmya masimg-masing, aku sekelompok dengan Alika, Denzel, dan Tmmy.Tempat pertama yang kami datangi yaitu, Makan Mbah Malim. Di Jln.Babakan Sari/ Babakan Surabaya, jadi Makam Mbah Malim itu adalah kuburan yang diisi oleh jenazah-jenazahnya keluarga Mbah Malim atau keturunannya Mbah Malim. Disana kami mewawancarai salah satu bapak yaitu Pak Cece,72 tahun sudah 10 tahun menjaga Makam Mbah Malim, banyak cerita dan sejarah menarik disana. Disana juga makamnya lumayan bersih hanya penempatannya berantakan juga nyaman. Disana juga tidak terlalu sepi.

Perjalanan selanjutnya adalah ke “Gereja Kristen Jawa’’ kita………..

To be continued….

 

Resensi Buku Novel “Summer In Seoul”

Image result for novel summer in seoulProfil Buku:

Judul buku : Summer In Seoul     Pengarang : Ilana Tan                     Tahun Terbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun/Tempat Terbit : Oktober  2006/Jakarta
Jumlah hlm: 280 halaman

Tokoh dalam Novel:                                                                                                                                           – Sandy alias Soon-Hee (gadis blasteran Indonesia-Korea) yg sudah mengenali Jung Tae-       Woo                                                                                                                                                                     – Jung Tae-Woo (penyanyi muda terkenal di Seoul)                                                                               – Lisa (kakak Sandy alias Soon-Hee yang meninggal 4 tahun yang lalu) penyebabnya? ingin tau? yuk baca bukuknya 🙂

Narasi:                                                                                                                                                                             Buku Novel “Summer in Seoul ” ini menceritakan tentang kisah cinta saat musim panas. Soon-Hee alias Sandy (Gadis blasteran Indonesia-Korea) bertemu dengan seorang penyanyi terkenal di Seoul, yaitu Jung Tae-Woo. Suatu malam, setelah pulang bekerja, ia mampir ke sebuah toko untuk membeli camilan. Pada saat itulah, seorang laki-laki salah mengambil handphone miliknya, yang memiliki desain sama persis dengan handphone yang dibawa laki-laki itu. Sandy baru menyadari hal itu saat ada orang yang menghubunginya dan justru tidak mengenali suaranya—ia juga tidak mengenali identitas si penelepon. Dengan panik, ia menghubungi nomor hapenya sendiri.ingin tau kelanjutannya? Ayoo dibaca novelnya yaa? Novel ini merupakan salah satu karya pertama Ilana Tan. Ketertarikan Ilana Tan terhadap bahasa asing membuat banyak orang yang menyangka bahwa penulis novel ini berasal dari Asia Timur. Padahal, Ilana Tan merupakan seorang penulis yang berasalkan dari Indonesia. Dalam novel ini Ilana Tan menuliskan beberapa kata asing dalam bahasa Korea, nah bagi yang suka bahasa korea atau hal-hal yang menyangkut hal korea. Ayo baca bukunya…

Kelebihan dari buku ini:                                                                                                                                          Menurutku buku ini sangat menarik,bikin penasaran, dan bagus dengan cerita romantisnya, dan juga tidak bosan untuk dibaca 🙂

Kekurangan dari buku ini:                                                                                                                                      Kekurangannya itu kalo di tengah-tengahnya kadang ceritanya bertele-tele tapi setelahnya seperti biasa lagi..

Saran:                                                                                                                                                                            Buku novel romantis yang cocok dibaca oleh remaja umur 13 tahun ke atas..:)

Selamat membaca 🙂